Assalamualaikum Wr..Wb

Tamu Ismi Aceh

Senin, 01 Desember 2025

06:43 WIB

Wakil Rektor USK Soroti Lemahnya Hilirisasi Pertanian Aceh, Dorong Transformasi Menyeluruh

Selasa, 25 November 2025 | 15:23 WIB

Author Avatar

Ismi Aceh

5 hari yang lalu

Views 0 Comments
Wakil Rektor USK Soroti Lemahnya Hilirisasi Pertanian Aceh, Dorong Transformasi Menyeluruh

B Banda Aceh – Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Syiah Kuala (USK), Prof Dr Ir H Agussabti MSi, menegaskan pentingnya transformasi sektor pertanian Aceh agar mampu menjadi penggerak utama Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dan bersaing di pasar global. Hal tersebut disampaikan saat men...

Banda Aceh – Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Syiah Kuala (USK), Prof Dr Ir H Agussabti MSi, menegaskan pentingnya transformasi sektor pertanian Aceh agar mampu menjadi penggerak utama Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dan bersaing di pasar global.

Hal tersebut disampaikan saat menjadi pembicara dalam Seminar Internasional Muzakarah Saudagar Aceh yang diselenggarakan oleh Majelis Pengurus Wilayah Ikatan Saudagar Muslim se-Indonesia (MPW ISMI) Aceh bekerja sama dengan Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (Diskop UKM) Aceh dan berkolaborasi dengan Diaspora Global Aceh (DGA) di Balai Meuseuraya Aceh (BMA), Banda Aceh, Sabtu (22/11/2025).

Prof Agussabti menyebutkan bahwa Aceh memiliki potensi besar melalui komoditas strategis seperti kelapa sawit, kopi, karet, nilam, padi, bawang, dan cabai.

“Sektor pertanian merupakan motor penggerak ekonomi Aceh dan menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar. Jika sektor ini diperbaiki, maka berbagai aspek ekonomi daerah dapat meningkat,” kata Prof Agussabti.

Meski memiliki potensi besar, ia menyoroti sejumlah permasalahan yang masih menghambat perkembangan UMKM pertanian.

Mulai dari rendahnya kualitas dan standar produk, minimnya hilirisasi sehingga banyak komoditas dijual dalam bentuk bahan baku, hingga keterbatasan akses digital dan platform ekspor.

“Banyak produk UMKM belum memenuhi standar global. Nilai tambah pun tidak dinikmati oleh petani karena masih menjual bahan mentah. Digitalisasi juga masih terbatas,” jelasnya.

Ia juga menekankan bahwa nilai ekspor Aceh masih didominasi sektor tambang, sementara kontribusi pertanian relatif kecil.

Karena itu, ia mendorong diversifikasi komoditas dan penguatan sub-sektor lainnya seperti peternakan dan perkebunan.

Kolaborasi Pentahelix

Untuk mentransformasi UMKM konvensional menuju bisnis berkelanjutan, Prof Agussabti menawarkan kerangka pentahelix sebagai pendekatan utama.

Pertama, pemerintah menetapkan standar keberlanjutan, menyediakan insentif, dan memperkuat regulasi ramah lingkungan.

Kedua, akademisi dan lembaga riset menghasilkan inovasi dari budidaya, proses, hingga produk.

ketiga, sektor swasta mengadopsi inovasi, diversifikasi produk, dan memenuhi sertifikasi ekspor.

keempat, komunitas memberi dukungan, edukasi, dan praktik ramah lingkungan.

kelima, media dan platform digital membangun citra, mempromosikan produk, serta mendorong transformasi digital UMKM.

“Kolaborasi adalah kunci. Transformasi tidak akan terjadi tanpa komitmen kolektif dari semua pihak,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Prof Agussabti juga menyampaikan prioritas strategis yang harus menjadi fokus dalam pengembangan UMKM pertanian Aceh, antara lain peningkatan kualitas produk dan sertifikasi internasional, hilirisasi dan diversifikasi komoditas, penguatan kelembagaan dan kapasitas SDM, perluasan akses pembiayaan ramah lingkungan, digitalisasi pemasaran dan transaksi ekspor, kemitraan hulu-hilir dengan perusahaan besar, dan integrasi UMKM ke rantai pasok global.

Ia menegaskan bahwa manajemen adaptif harus diterapkan agar UMKM mampu menjawab perubahan tren global dan kebutuhan pasar dunia.

Mengakhiri pemaparannya, Prof Agussabti menekankan bahwa Aceh memiliki modal besar untuk mengembangkan UMKM berbasis pertanian.

Namun, potensi tersebut hanya dapat diwujudkan melalui hilirisasi, inovasi, dan kolaborasi lintas sektor.

“Kita harus mengubah UMKM dari konvensional menjadi modern dan berkelanjutan. Aceh mampu, asalkan kita bergerak bersama,” tutupnya. (Akhyar)

Banda Aceh – Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Syiah Kuala (USK), Prof Dr Ir H Agussabti MSi, menegaskan pentingnya transformasi sektor pertanian Aceh agar mampu menjadi penggerak utama Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dan bersaing di pasar global. Hal tersebut disampaikan saat menjadi pembicara dalam Seminar Internasional Muzakarah Saudagar Aceh yang diselenggarakan oleh Majelis […]

Topik Terkait

Muzakarah Saudagar Aceh

Informasi terkait tag Muzakarah Saudagar Aceh dan bagaimana relevansinya dengan artikel ini.

Seminar Internasional Muzakarah Saudagar Aceh

Informasi terkait tag Seminar Internasional Muzakarah Saudagar Aceh dan bagaimana relevansinya dengan artikel ini.

UMKM Expo Saudagar Aceh 2025

Informasi terkait tag UMKM Expo Saudagar Aceh 2025 dan bagaimana relevansinya dengan artikel ini.

Universitas Syiah Kuala

Informasi terkait tag Universitas Syiah Kuala dan bagaimana relevansinya dengan artikel ini.

Tags:

Muzakarah Saudagar Aceh

Seminar Internasional Muzakarah Saudagar Aceh

UMKM Expo Saudagar Aceh 2025

Universitas Syiah Kuala